Selasa, 21 Desember 2010

Wilayah Pesisir Rentan Rawan Pangan

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!

Mataram (ANTARA) - Kepala Badan Ketahanan Pangan Nusa Tenggara Barat Hj. Husnanidiaty Nurdin menilai nelayan yang tinggal di wilayah pesisir rentan rawan pangan saat cuaca buruk karena mereka tidak melaut mencari ikan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

"Kalau cuaca buruk para nelayan di pesisir memang rentan rawan pangan seperti saat ini. Gelombang tinggi menyebabkan nelayan tidak berani melaut mencari ikan untuk memenuhi kebutuhan anggota keluarga sehari-hari," katanya di Mataram, Selasa.

Untuk itu, kata dia, pihaknya berupaya meringankan beban para nelayan dengan mengalokasikan anggaran untuk membangun tiga lumbung pangan, dua diantaranya dibangun di wilayah pesisir di Kota Mataram, dan kabupaten lain, sedangkan satu lumbung pangan dibangun di Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) Jeringo, Lombok Timur.

Anggaran untuk pembangunan tiga lumbung pangan tersebut bersumber dari dana APBD tahun anggaran 2011 dengan nilai mencapai Rp150 juta.

Masing-masing lumbung pangan nilainya Rp50 juta yang terdiri atas Rp20 juta untuk pembangunan fisik gedung dan Rp30 juta untuk pengadaan cadangan pangan berupa gabah.

Rencana pembangunan lumbung pangan khusus untuk mengantisipasi terjadinya kekurangan pangan di wilayah pesisir pada saat cuaca buruk sudah diusulkan kepada Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi, dan mendapat dukungan dari anggota DPRD NTB.

"Usulan kami untuk membangun lumbung pangan di wilayah pesisir mendapat persetujuan dari anggota DPRD NTB. Kami berterima kasih kepada wakil rakyat yang setuju mengalokasikan anggaran untuk kesejahteraan nelayan," ujarnya.

Menurut dia, bantuan dana untuk lumbung pangan tersebut bisa diperoleh dengan syarat nelayan harus membuat semacam gabungan kelompok nelayan seperti gabungan kelompok tani (gapoktan).

Para nelayan yang sudah masuk menjadi anggota dalam pengelolaan lumbung pangan di wilayah pesisir tersebut bisa mengakses permodalan dengan nilai yang sudah disepakati oleh seluruh anggota kelompok pengelola lumbung pangan.

Modal tersebut bisa digunakan untuk keperluan rumah tangga selama tidak melaut atau dijadikan modal usaha ekonomi produktif sebagai upaya menyiasati sumber penghasilan selain dari melaut.

"Bantuan pembangunan lumbung pangan tersebut juga untuk menghindari nelayan menjual harta benda dan berutang pada rentenir pada saat cuaca buruk melanda perairan," katanya.

Jika upaya mensejahterakan masyarakat di wilayah pesisir tersebut berhasil, kata Husnanidiaty, pihaknya akan berupaya menambah jumlah lumbung pangan di wilayah pesisir pada tahun berikutnya.



Powered by WizardRSS | Work At Home Jobs

21 Dec, 2010


--
Source: http://id.news.yahoo.com/antr/20101221/tpl-wilayah-pesisir-rentan-rawan-pangan-cc08abe.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar