Sabtu, 25 Desember 2010

Muktamar PKB 'Gus Dur' Dijaga Sakera

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!

SURABAYA POST - Meski tak ada aksi anarkis dan bentrok fisik, perang urat syaraf membuat 'panas' Muktamar ke-3 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Gus Dur. Beberapa elemen masyarakat pro Gus Dur melakukan pengamanan ketat dan siap menghadapi pihak yang berniat membubarkan acara.

"Siapapun yang menghalangi akan berhadapan dengan loyalis Gus Dur," kata Ketua Panitia Nasional Muktamar ke-3 PKB pro Gus Dur Imron Rosyadi Hamid, Minggu 26 Desember 2010.

Imron meminta kepada Garda Bangsa Jatim agar tidak keliru dalam memberikan persepsi muktamar yang akan digelar dua hari di Garden Palace Hotel Surabaya. "Kami ingatkan teman Garda Bangsa, jangan sekali-kali membuat persepsi keliru. Muktamar ini amanat Gus Dur," ujarnya sembari menegaskan pihaknya telah mengantongi izin dari Mabes Polri.

Menurutnya, permasalahan PKB saat ini bukanlah masalah hukum, akan tetapi permasalahan politik sehingga harus diselesaikan secara politik, salah satunya dengan menggelar muktamar. Imron juga berharap kepada warga PKB tetap tenang menyaksikan manuver yang ingin melemahkan loyalis Gus Dur. Dan permasalah PKB mestinya harus disikapi dengan kepala dingin. "Arek-arek kok tegang seh. Wong kita lho enjoy-enjoy aja," ujarnya.

Sebelumnya, Garda Bangsa Jawa Timur mendesak polisi membubarkan. Alasannya muktamar itu ilegal. Enam anggota Garda Bangsa Jatim ini mendatangi Markas Polda Jatim untuk meminta kejelasan izin penyelenggaraan Muktamar 3 PKB Pro Gus Dur. Menurut Garda Bangsa, hanya PKB pimpinan Muhaimin Iskandar yang sah.

"Kami ingin Polda Jatim agar tidak mengeluarkan izin serta membubarkan acara tersebut. Sesuai dengan keputusan Menkum HAM hanya PKB Pak Muhaimin yang sah," kata Sekertaris Garda Bangsa Jatim Ka'bil Mubaroq di Mapolda Jatim, Sabtu lalu.

Ka'bil juga berjanji tidak akan membubarkan muktamar yang akan dihadiri Yenni Wahid itu secara paksa. "Kami tidak akan membubarkan, tapi kami akan menyelesaikan secara kelembagaan dengan menggugat secara hukum panitia penyelenggara," katanya mengancam.Oleh karena itu, pihaknya berharap kepada panitia muktamar tidak meneruskanmenggelar muktamar. "Agar tidak memanas kembali. PKB hanya satu, tidak ada yang lain."

DPP PKB pro Gus Dur akan menyelenggarakan Muktamar ke-3 di Surabaya. Dijadwalkan, muktamar berlangsung di Garden Palace, 26-27 Desember 2010. Mengawali muktamar itu, peserta muktamar akan mengikuti acara Doa Bersama Haul Setahun Wafatnya Gus Dur di GOR Cahaya Lestari, Jl Kertajaya Indah Timur Surabaya.

Kapolda Jatim Irjen Pol Badrodin Haiti menyatakan Mabes Polri belum mengizinkan pelaksanaan Muktamar III PKB pro-Gus Dur di Surabaya, 26-27 Desember. "Muktamar itu izinnya dari Mabes Polri, tapi sampai sekarang kami belum menerima tembusan izin itu dari Mabes. Kami (Polda Jatim) bergantung pada izin dari Mabes Polri itu," katanya.

Dalam waktu hampir bersamaan, PKB pro-Gus Dur di bawah gerbong Ny Lily Wahid (bibi Yenny Wahid) berencana menggelar muktamar dan islah akbar di Sentul, Bogor, Jabar, 26-27 Desember.  Sementara itu, Ketua Umum DPP PKB H Muhaimin Iskandar juga berencana menggelar Rapimnas di Jakarta pada waktu yang juga hampir sama.

Dijaga Gempur-Sakera

Sementara itu puluhan ribu massa PKB Gus Dur memadati GOR Kertajaya Surabaya, Minggu (26/12) hari ini. Tepat pukul 10.00 siang ini, acara Doa Bersama Dalam Rangka Haul Satu Tahun Mengenang Wafatnya Gus Dur dan Pembukaan Muktamar III PKB Pro Gus Dur dibuka.

Acara yang dihadiri kurang lebih 10 ribu kader ini dibuka dengan lantunan shalawat Nabi Muhammad SAW yang disuarakan Gus Dur. Kemudian, sejumlah ulama membacakan doa tahlil untuk Alm Gus Dur yang dipandu KH Yahya Mahrus. Istri Gus Dur, Ny Sinta Nuriyah Wahid dan Yenny Wahid telah datang dan duduk di kursi paling depan.

Tokoh nasional yang sudah hadir dalam area muktamar adalah Ekonom Rizal Ramli dan Ketua Umum DPP PKNU Cak Anam. Sedianya, Ketua Umum DPP Partai Golkar Ical dan Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra Prabowo serta beberapa pimpinan parpol lainnya juga diundang, tetapi belum tiba di lokasi.

Dari kalangan keluarga dan kyai, tampak hadir anak kandung Gus Dur Yenny Wahid, KH Mas Nawawi Abdul Jalil dari Sidogiri, KH Hamdun Ahmad, KH Ahmad Syahid dari Jawa Barat. Tuan Guru KH Ahmad Turmudzi dari Nusa Tenggara Barat, KH Akrom Malibari dari Jakarta, Gus Kafa Bi dari Sidogiri, KH Maftuh Said dari Malang, KH Khotib Umar dari Jember dan Gus Yusuf Khudhori dari Jawa Tengah.

Acara ini mendapatkan penjagaan ketat dari Gempur (Gerakan Masyarakat Penyambung Perjuangan Gus Dur).Sekitar 50 orang dari Gempur Kota Surabaya, berjaga-jaga di depan jalan menuju ke GOR CLS. Mereka akan menghalau, orang-orang yang ingin merusak haul Gus Dur.

"Siapa saja yang ingin membuat rusuh atau orang-orang yang tidak loyal terhadap Gus Dur yang ingin menganggu, akan berhadapan dengan Gempur," ujar Ketua Gempur Kota Surabaya, Sodikin.

Selain dari Gempur, juga terlihat pasukan Sakti (Sakera Berani Mati) Pro Gus Dur, yang berjaga di sekitar maupun di dalam GOR. Namanya saja Sakera, pakaian yang dikenakan juga khas, kaos motif garis merah puti dan pakaian serba hitam. Namun, mereka tidak membawa senjata tajam atau khas yang dibawa Sakera, melainkan kayu penjalin.

"Sekarang ini kan aman. Kalau ada yang berbuat rusuh, biar diamankan dari aparat kepolisian," kata Ketua Sakera, Thohir.


Dian Kurniawan

• VIVAnews


Powered by WizardRSS | Work At Home Jobs

26 Dec, 2010


--
Source: http://jatim.vivanews.com/news/read/195806-muktamar-pkb--gus-dur--dijaga-sakera
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar