Selasa, 21 Desember 2010

Soal RUUK, Demokrat Sejalan dengan Pemerintah

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!

VIVAnews - Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menegaskan polemik Rancangan Undang-Undang Keistimewaan Yogyakarta (RUUK) Yogyakarta pasti akan ada jalan keluar atau solusinya setelah dibahas di DPR.

"Pasti ada solusi parlemen yang sesuai dengan mekanisme yang ada di DPR," kata Anas usai membuka Musyawarah Daerah (Musda) Demokrat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu 22 Desember 2010.

Setelah RUUK masuk ke DPR, sambung Anas, akan ada panitia khusus (pansus). Setiap dan masukan akan diolah pansus. "Pasti ada solusi yang terbaik bagi RUUK DIY," kata dia.

Ditanya tentang sikap Partai Demokrat terhadap RUUK DIY, Anas enggan menjawab sepakat penetapan atau pemilihan. Namun, dia menyatakan Demokrat sebagai partai pemerintah dan juga partai yang aspiratif.

"Demokrat sebagai partai pemerintah tentunya harus sejalan dengan pemerintah. Sebagai aspiratif partai Demokrat akan tetap mendengarkan aspirasi masyarakat Yogyakarta," tukasnya.

Ditanya tentang pertemuan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, dan Aburizal Bakrie, Anas mengaku tidak tahu.

"Tapi jika itu benar, akan menjadi solusi dan penurun panas," katanya singkat.

Sri Sultan sendiri telah membenarkan pertemuan ini. Dia mengakui bertemu Presiden di Wisma Negara, Selasa 21 Desember 2010. Namun Sultan menolak membeberkan apa saja yang dibahas dalam pertemuan itu.

"Jangan dong kalau (membeberkan) yang dibahas," kata Sultan usai menerima penghargaan dari Presiden dalam peringatan Hari Ibu di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Rabu 22 Desember 2010. "Semua kan lewat proses. Kan belum ada pembahasan di DPR," katanya.

Pernyataan Sultan ini menyiratkan, pertemuan dengan Presiden membahas Rancangan Undang-undang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sultan menyatakan, pertemuan hanya dialog biasa.

Laporan: Juna Sanbawa | Yogyakarta

• VIVAnews


Powered by WizardRSS | Work At Home Jobs

22 Dec, 2010


--
Source: http://politik.vivanews.com/news/read/195213-soal-ruuk--demokrat-sejalan-dengan-pemerintah
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar