Jumat, 24 Desember 2010

Pesan Natal: Kebebasan Beragama di Indonesia Dijamin

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!

Jakarta (ANTARA) - Uskup Agung MR Ignatius Suharyo dalam pesan Natal di Gereja Katedral Jakarta, Sabtu mengatakan umat Kristiani bersama bangsa Indonesia harus bersyukur, karena kebebasan beragama di Tanah Air dijamin oleh negara.

"Umat Kristiani bersama bangsa Indonesia bersyukur, karena di negeri ini kebebasan beragama dijamin. Namun ternyata kebebasan agama itu tidak bisa menyelesaikan segala-galanya," kata Suharyo, saat menyampaikan pesan Natal pada misa Pentifikal.

Uskup Agung mengatakan tantangan hidup semakin kompleks bersama dengan perkembangan zaman, maka kebebasan beragama tidak hanya dilihat dari kebebasannya saja, tapi harapannya adalah supaya agama sungguh-sungguh memperbaharui kehidupan.

Suharyo juga mengharapkan para pemimpin Komisi Wali Gereja Indonesia (KWI) maupun Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI),agar berpegang pada nasehat orang kudus, seperti rasul, yang mengatakan bahwa kalahkan kejahatan dengan kebaikan.

"Duta Besar Vatikan untuk Indonesia (Leopoldo Girelli, red) tadi berbicara mengenai Natal dalam rangka hari Perdamaian Se-Dunia yang jatuh pada tanggal 1 Januari, mengatakan secara lugas bahwa perdamaian tidak akan pernah ada tanpa kebebasan beragama,dengan segala macam implikasinya," katanya.

Namun yang penting, Suharyo katakan bukan hanya perdamaian saja, sebab tanpa kebebasan beragama martabat manusia sendiri yang menjadi cacat dan direndahkan, karena soal agama dan iman tergantung dari penghormatan martabat manusia. "Kalau itu dilanggar, maka dengan sendirinya martabat manusia itu jatuh," katanya.

Misa Pentifikal ini dipimpin langsung oleh Uskup Agung MR Ignatius Suharyo diikuti oleh sekitar 2.000 umat Katolik.

Misa Pentifikal adalah misa ketiga yang dilaksanakan Gereja Katedral pada pukul 09.00 WIB, ujarnya.

Sebelum dimulainya misa Pentifikal, tepat pukul 09.00 lonceng tanda akan dimulai berbunyi dari gereja.

Misa Natal di Katedral akan dilaksanakan lima kali yakni pukul 06.00 WIB, 07.30 WIB, 09.00 WIB, 11.00 WIB dan pukul 18.00 WIB.

Perayaan Natal di Katedral bertema "Belajar dari Keluarga Kudus Nasaret, Tunduk Kembangkan Kasih Dalam Keluarga".



Powered by WizardRSS | Work At Home Jobs

25 Dec, 2010


--
Source: http://id.news.yahoo.com/antr/20101225/tpl-pesan-natal-kebebasan-beragama-di-in-cc08abe.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar