Sabtu, 25 Desember 2010

Macet 5 Tahun Proyek MRT, Ini Solusi DKI

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!

VIVAnews - Pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta akan membangun mass rapid transit (MRT) dengan dukungan dana dari pemerintah Jepang melalui Japan International Coorporation Agency (JICA).

Tapi pembangunan MRT bukannya tanpa masalah. Proyek yang berlangsung selama 5 tahun mulai Januari 2012- Oktober 2016 akan memperparah kemacetan Jakarta. Terlebih lagi di jalur yang akan dilewati pembangunan MRT.

Presiden Direktur PT MRT Jakarta Tribudi Rahardjo mengakui kawasan Lebakbulus hingga ke Dukuh Atas akan mengalami kemacetan parah saat proyek berjalan.

"Pasti ada gangguan dan kemacetan saat pembangunan. Selama 5 tahun pembangunan pasti masyarakat khususnya pengguna jalan akan terganggu," tuturnya.

Menurut dia, kemacetan di jalan-jalan yang akan dibangun jalur MRT hanya terjadi selama dua tahun, terutama pada pembangunan jalur layang MRT yang terletak mulai dari Lebak Bulus-Al Azhar. Sebab di kawasan ini akan ada pembangunan jalur atas yakni pembuatan rel MRT dengan bentuk fly over.

"Nanti Dishub DKI akan melakukan traffic management saat pembangunan MRT. Pembangunan secara window time atau pada jam-jam tertentu, misalnya mulai jam 10 malam sampai 4 pagi," ungkap dia.

Tapi Pemerintah Jakarta juga punya cara untuk mengantisipasinya. Kepala Dinas Perhubungan DKI, Udar Pristono kepada VIVAnews.com mengatakan, telah menyiapkan manajemen lalulintas dengan melakukan perbaikan bahu jalan di sepanjang Jalan Fatmawati Jakarta Selatan.

"Kami melakukan perbaikan bahu jalan dan memperlebar jalan selebar 3 meter di sepanjang Jalan Fatmawati" ujar Pristono.

Rekayasa lalu lintas juga akan dilakukan. Di antaranya pengalihan lalu lintas pada jalan layang non tol Antasari-Wijaya yang akan dibangun.

Oleh karena itu, Pristono berharap pembangunan jalan layang non tol Jalan Antasari- Wijaya dapat segera rampung. Sebab jalan baru sebagai jalur alternatif jika terjadi kemacetan saat pembangunan MRT.
 
Selain itu, Dishub DKI juga akan melakukan pengaturan jam kerja proyek agar tidak terlalu mengganggu arus lalu lintas terutama di jam sibuk.

Baca Juga: 23 Artis Jadi Target Operasi Narkoba Polda Metro

• VIVAnews


Powered by WizardRSS | Work At Home Jobs

25 Dec, 2010


--
Source: http://metro.vivanews.com/news/read/195700-macet-5-tahun-proyek-mrt--ini-solusi-dki
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar