Senin, 20 Desember 2010

Kepolisian Selidiki Proyek Gowa Park

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!

VIVAnews - Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat menyatakan masih melakukan penyelidikan terhadap proyek Gowa Discovery Park (GDP) yang dibangun di sekitar Benteng Somba Opu (BSO).

Penyelidikan tersebut menindaklanjuti laporan Forum Somba Opu, koalisi yang terbentuk untuk menyelamatkan benteng peninggalan abad ke-15 dari kerusakan.

Kapolda Sulselbar, Irjen Polisi Johny Wainal Usman mengaku belum mendapatkan laporan dari tim yang diturunkan melakukan penyelidikan di Benteng Somba Opu. "Masih terlalu dini. Kepolisian baru bekerja dua hari," kata Inspektur Jenderal Polisi Johny Wainal Usman usai apel di Markas Polair Polda Sulselbar, Selasa, 21 Desember 2010.

Namun dipastikan, ia telah memerintahkan penyidik untuk segera merampungkan dan melakukan penelitian serta cek langsung ke lokasi proyek. Penelitian itu dilakukan untuk mengetahui apakah ada perusakan serta status lokasi itu seperti apa.

"Kami lihat dulu hasilnya, apa kerugian, berapa kerugian baru kemudian kami dalami. Apa itu melanggar atau tidak termasuk dalam Undang-undang yang mengatur tentang situs purbakala," kata Jenderal bintang dua yang menganggap kasus ini hanya kasus biasa saja.

Terkait dengan apakah akan melakukan pemeriksaan terhadap Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Kapolda Johny Wainal Usman menjawab dengan diplomatis. "Janganlah karena ia seorang pejabat sehingga harus dijadikan bola. Pokoknya kita tunggu hasil penelitian. Kalau dikatakan merusak situs, situs mana yang dirusak," ujar mantan Komandan Satuan Brimob ini.

Seperti diketahui, Forum Somba Opu telah melaporkan masalah pembangunan proyek Gowa Discovery Park ke Polda Sulawesi Selatan, akhir pekan kemarin. Dalam laporan tersebut terdapat dua nama yakni, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Pimpinan PT Mirah Megah Wisata, Zainal Tayyeb. Keduanya dianggap telah melakukan perusakan cagar budaya BSO akibat pembangunan GDP sesuai UU nomor 11 tahun 2010.

"Gubernur Syahrul Yasin Limpo dan Investor asal Bali itu merupakan yang paling bertanggung jawab atas proyek tersebut. Mereka telah melakukan MoU tanpa pelibatan semua pihak," ujar Nur Ihsan dalam rilisnya yang diterima VIVAnews.

Laporan Rahmat Zeena | Makassar, umi



Powered by WizardRSS | Work At Home Jobs

21 Dec, 2010


--
Source: http://id.news.yahoo.com/viva/20101221/tpl-kepolisian-selidiki-proyek-gowa-park-fa55e98.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar