Senin, 20 Desember 2010

Bocoran Ini yang Bikin Bos WikiLeaks Berang

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!

VIVAnews - Setelah membuat marah pemerintah Amerika Serikat (AS), kini giliran Julian Assange yang dibuat marah. Kemarahan itu diarahkan kepada harian The Guardian, salah satu media yang menikmati hak eksklusif dari WikiLeaks asuhan Assange dalam mengabarkan bocoran informasi rahasia milik pemerintah AS.

Kemarahan Assange itu terkait dengan berita dari The Guardian pada Jumat, 17 Desember 2010. Berjudul "Sepuluh Hari di Swedia: Tuduhan Penuh Terhadap Julian Assange," artikel itu memuat laporan polisi Swedia mengenai kronologis tuduhan pelecehan dan perkosaan yang terjadi saat Assange berada di Kota Stockholm, Agustus lalu.

Assange yakin bocoran laporan yang diterima koran tersebut berasal dari pengadilan Swedia atau agen intelijen lainnya yang ingin merusak pembelaannya. Dia mengaku jijik atas keputusan reporter koran itu untuk menayangkan laporan kepolisian tersebut.

"Bocoran itu jelas bertujuan untuk melemahkan pengajuan jaminan yang saya ajukan. Seseorang di kepolisian jelas ingin agar saya tetap di penjara," ujar Assange seperti dilansir dari laman News.com.au, Selasa 21 Desember 2010.

Laporan itu menyebut korban dengan inisial, salah satunya Nona A. Dia salah seorang panitia penyelenggara suatu seminar, yang menghadirkan Assange sebagai pembicara.

Di Swedia, Assange sempat tinggal di apartemen (flat) milik nona A. Di tempat itulah, A mengaku dipaksa hubungan seks dengan Assange.

Menurut laporan polisi, Nona A mengaku bahwa Assange membuatnya melakukan hubungan seksual dengan sedikit memaksa. Pada beberapa bagian laporan, dikatakan bahwa Assange menolak untuk menggunakan kondom. Ketika akhirnya dia mau menggunakan kondom, Assange merobeknya dan merusak pelindung tersebut.

Laporan polisi mengatakan Assange pada interogasi polisi mengakui melakukan hubungan seks, namun tidak merobek kondom tersebut dan tidak tahu kalau itu bocor. Kepada temannya, seperti dikutip laporan polisi, nona A mengatakan "seks dengan Assange adalah yang terburuk selama hidupnya. Bukan hanya itu, namun juga karena kekerasan yang mewarnainya."

Assange juga dikatakan telah melakukan pelecehan seksual dengan Nona W, salah satu penyelenggara juga. Pada laporan dikatakan Assange menciumi nona W dan memasukkan tangannya ke pakaian wanita tersebut. Ketika mereka berdua berada di bioskop Kemudian keduanya melakukan hubungan seks di flat wanita itu dengan tanpa mengenakan kondom.

Assange disebut-sebut juga enggan pergi dari flat nona A, sementara si empunya rumah sudah jengah atas kehadiran Assange. Disebut-sebut Assange terus melakukan pendekatan seksual kepada nona A sebelum akhirnya dia pergi dari flat tersebut.

Nona W dan nona A kemudian melaporkan tindakan Assange kepada polisi. Assange kemudian meninggalkan Swedia pada bulan September, padahal kasusnya masih berjalan, inilah yang menyebabkan pemerintah Swedia mengeluarkan surat penangkapan.

Nona W mengaku pernah berhubungan dengan Assange. Namun hubungan dilakukan dengan tanpa karet pengaman. Itu membuat Nona W takut, karena bisa berisiko terkena penyakit kelamin. 

Nona W, menurut laporan polisi, pernah menyuruh Assange untuk memeriksakan diri ke klinik. Namun, karena klinik saat itu telah tutup, tes tidak jadi dilaksanakan. Assange selanjutnya pergi meninggalkan Swedia. 

Pimpinan Guardian mengaku telah meminta konfirmasi atas laporan itu kepada pengacara Assange, namun tidak ada respon. Kendati demikian, Guardian tetap mempublikasikan laporan itu. (adi)

 

• VIVAnews '+ ''+ ''+ ''+ 'Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.'+ ''+ ''+ ''+ '' ); clicked++; $("[id^=replyButton_]*").click(function(){ var captchaCode = $("[id^=captcha_code_]*").val(); var textReply = $("[id^=comment_2_]*").val(); $.ajax({ type: "POST", url: "/comment/insertReply/", data: "captcha_code=" + captchaCode + "&comment_reply=" + textReply + "&parent_id=" + divId + "&article_id=" + articleId, success: function(msg){ $('#replyBox_' + divId).remove(); $('#replyAlert_' + divId).html(msg); } }); }); if(clicked==1){ $("[id^=replyLink_]*").click(function(){ $('#replyBox_' + divId).hide(); }); } }); }); $("[id^=moreLink_]*").click(function(){ var currentId = $(this).attr('id'); var divIds = currentId.split("_", 3); var divId = divIds[1]; var clicked = 0; $('#moreBox_' + divId).show(function(){ clicked++; $.ajax({ type: "POST", url: "/comment/moreComment/", data: "parent_id=" + divId + "&article_id=" + articleId, success: function(msg){ //$('#moreBox_' + divId).html(msg); $('#replyContent_' + divId).html(msg); //alert(msg + '-' +articleId + 'a'); } }); }); if(clicked==1){ $("[id^=moreLink_]*").click(function(){ //$('#moreBox_' + divId).hide(); $('#replyContent_' + divId).hide(); }); } }); });


Powered by WizardRSS | Work At Home Jobs

21 Dec, 2010


--
Source: http://dunia.vivanews.com/news/read/194928-bocoran-ini-yang-bikin-bos-wikileaks-berang
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar