Kamis, 23 Desember 2010

Anggota DPR : Peran Perempuan Masih Terlupakan

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi I DPR dari Partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf, mengatakan, peranan perempuan dalam demokrasi masih terlupakan, padahal perempuan memiliki kemampuan yang sama dengan kaum laki-laki untuk membangun bangsa Indonesia.

"Kuota keterwakilan perempuan di tiap partai politik di DPR harusnya sebesar 30 persen, namun jumlah perempuan yang duduk di parlemen periode 2009-2014 hanya 18 persen dari 560 anggota DPR," kata Nurhayati kepada ANTARA terkait refleksi tahun 2010 tentang peran perempuan dalam demokrasi, di Jakarta, Jumat.

Kendati demikian, keterwakilan perempuan di DPR mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya.

Menurut dia, perempuan dan laki-laki memiliki kemampuan dan hak yang sama dalam berpolitik, sehingga sudah sepatutnya kaum perempuan bisa memimpin komisi atau memimpin di parlemen.

"Terjadinya kesenjangan gender antara perempuan dan laki-laki bukan karena ancaman, tetapi budaya yang mengikat kita. Dalam budaya kita, peran perempuan di luar rumah tidaklah penting. Pemikiran seperti ini harus diubah," kata Nurhayati.

Menurut dia, peran perempuan tak kalah pentingnya dengan peran laki-laki di bidang politik, terlebih saat ini banyak kaum perempuan yang memiliki kemampuan dan daya intelektual yang sama dengan kaum laki-laki.

Bahkan, banyak kaum perempuan yang lebih teliti, telaten dan profesional dibandingkan laki-laki. Sensus Penduduk tahun 2010 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Indonesia mencapai 237 juta jiwa yang terdiri atas 119 juta lelaki dan 118 juta perempuan.

"Kaum "maskulin" masih mendominasi dalam perpolitikan di Indonesia karena dinilai memiliki kemampuan yang lebih dibandingkan kaum perempuan. Padahal, kemampuannya sama," tuturnya seraya mengatakan jumlah populasi kaum perempuan dengan kaum laki-laki juga hampir sama.

Nurhayati mengatakan, layak atau tidaknya peran perempuan untuk memimpin tidak hanya dilihat dari "inferior dan superior" saja, tetapi juga harus dilihat dari kinerjanya.

Ia berharap ke depannya peran perempuan dalam demokrasi bisa ditingkatkan untuk bersama-sama membangun bangsa Indonesia lebih baik lagi.

"Saya berharap keterwakilan perempuan di DPR pada periode berikutnya bisa mencapai 30 persen sesuai aturan yang ada," demikian Nurhayati Ali Assegaf.



Powered by WizardRSS | Work At Home Jobs

24 Dec, 2010


--
Source: http://id.news.yahoo.com/antr/20101224/tpl-anggota-dpr-peran-perempuan-masih-te-cc08abe.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar