Minggu, 19 Desember 2010

307 Guru Perbatasan Menanti Janji

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!

VIVAnews - Sejumlah guru di daerah khusus (perbatasan) Indonesia – Malaysia tengah cemas. Tercatat nasib 307 guru masih terkatung-katung menanti tunjangan.

Harnanik, 45 tahun, guru SD 05 Saparan, Kec. Jagoi Babang, Bengkayang menuturkan, tahun 2010 sudah di akhir, tapi bantuan kesejahteraan guru daerah khusus yang telah memiliki surat keputusan (SK) tak kunjung cair.

Jaka, 38 tahun pun demikian. Guru yang telah mengajar 18 tahun ini resah. "Saya sejak dapat SK ini berani pinjam duit Pak, untuk kebutuhan keluarga, namun sampai sekarang belum cair 1 rupiah pun" ungkap Jaka, bapak dua anak ini mengaku tak tenang mengajar.
 
Pemerintah pusat dalam hal ini Ditjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan Nasional, mengalokasikan bantuan kesejahteraan guru khusus tahun 2010. Di Kabupaten Bengkayang terdapat 307 guru yang disebutkan dalam SK No. 18550.1308/F/SK/2010.

Dalam SK yang ditandatangani Prof. Dr. Baedhowi selaku Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, disebutkan setiap guru mendapat tunjangan sebesar Rp. 1.350.000 per bulannya.
 
SD 05 Saparan, Kec. Jagoi Babang merupakan SD inti gugus dua. Dalam lingkup gugus dua terdapat 8 sekolah SD. Para guru ini setiap dua bulan sekali berkumpul secara bergiliran. Selain tunjangan tersebut, rasio guru SD belum memadai.

SD 05 Saparan memiliki 6 kelas, namun guru kelas baru ada 3. Di SD 05 Saparan ada 2 orang guru honor. Guru honorer di daerah perbatasan hanya mendapatkan Rp. 200,000 per bulan. Tunjangan lainnya Rp. 100.000 per bulan yang diterima setahun sekali.
 
Adriyani, 32 tahun, sudah tujuh tahun menjadi guru honor di SD Sentabeng, Jagoi Babang. Letak sekolah tersebut berjarak dua kilometer dari kampung Stass, Malaysia. Letak SD Sentabeng ditempuh dengan jalan darat sekitar satu jam dengan motor, bila hujan turun sulit dilalui karena jalan berlumpur. Perhatian pemerintah untuk guru diperbatasan semakin terasa, namun belum nyata.

• VIVAnews


Powered by WizardRSS | Work At Home Jobs

20 Dec, 2010


--
Source: http://ureport.vivanews.com/news/read/194730-307-guru-perbatasan-menanti-janji
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar