Jumat, 24 Desember 2010

8,5 Juta Bibit Program Obit Atasi Hutan

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!

Bengkulu (ANTARA) - Sebanyak 8,5 juta bibit diperlukan untuk pelaksanaan program One Bilions Indonesia Trees (OBIT) untuk mengatasi kerusakan hutan dan daerah aliran sungai di Bengkulu.

"Tahun ini pemerintah memprogramkan penanaman satu miliar bibit pohon, sementara di Bengkulu membutuhkan 8,5 juta bibit untuk ditanam di sejumlah lahan kritis dan hutan," kata Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Ketahun Bengkulu Dodi Susanto, di Bengkulu, Sabtu.

Ia mengatakan, kebutuhan sebnyak itu berdasarkan asumsi jumlah penduduk yang mencapai 1,7 jiwa membutuhkan bibit sebanyak lima pohon per orang maka dapat tertanam pohon di daerah ini pada 2010 sebanyak 8,5 juta.

Program penghijauan dapat mengatasi kerusakan hutan dan daerah aliran sungai di daerah ini.

Untuk itu penghijauan perlu dilaksanakan secara serius dan berkesinambungan agar sejumlah hutan dan DAS di wilayah ini dapat pulih kembali sesuai fungsi untuk kehidupan masyarakat, ujarnya.

Ia mengatakan, banyak rogram penghijauan dengan penanaman pohon baik yang dilakukan dinas kehutanan maupun BPDAS semua itu bertujuan mengembalikan ekosistem hutan dan lahan serta aliran sepanjang sungai.

"Tahun ini terdapat program menanam pohon satu miliar, terhadap kegiatan tersebut Bengkulu memerlukan pohon mencapai 8,5 juta bibit. Dengan penanaman sebanyak itu akan mengurangi kerusakan," katanya.

Ia mengatakan, kerusakan terjadi di DAS Bengkulu, Manna, Padang Guci dan Ketahun. Atau pada 57 DAS dan 154 sub DAS.

Kerusakan bisa dilihat dari kondisi lahan, tingkat kelerengan lokasi hingga pengolahan lingkungan sekitar kawasan sungai, katanya.

Terjadinya perambahan hutan dan pencemaran lingkungan menjadi penyebab utama kerusakan sehingga mengakibatkan tanah longsor dan banjir yang semakin mengkikis bagian sungai.

Perilaku manusia lainnya seperti membuat bangunan dan bercocok tanam di pinggir sungai atau melakukan kegiatan pertambangan juga merusak hutan dan DAS, padahal dalam aturan 100 meter dari sungai tidak diperbolehkan ada kegiatan.

Untuk mengatasi hal tersebut pemerintah daerah sudah merehabilitas hutan dan lahan, yakni hutan lindung seluas 2.900 hektare dan 2.100 hektare hutan konservasi atau hingga 2010 kawasan hutan yang telah dihijaukan seluas 5.000 hektar, ujarnya.

Selain itu dibuat 109 unit pembibitan tanaman, masing-masing unit ditargetkan dapat menghasilkan 50 ribu batang tanaman kayu-kayuan keras untuk nantinya ditanam di hutan kebun rakyat.

DAS yang ada di Bengkulu tersebut telah diusulkan dan masuk dalam RPJM Nasional periode 2009-2014 untuk direhabilitasi. Pada 2010 telah mendapat bantuan dari APBN sebesar Rp7 Miliar.

Dana tersebut di antaranya dipakai untuk penghijauan pada lahan yang rusak tersebut rata-rata sebesar Rp2,4 juta per hektare, ujarnya.



Powered by WizardRSS | Work At Home Jobs

25 Dec, 2010


--
Source: http://id.news.yahoo.com/antr/20101225/tpl-8-5-juta-bibit-program-obit-atasi-hu-cc08abe.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar