Sabtu, 23 April 2011

Penyakit Jantung pada Anjing

Tahukah Anda, penyakit jantung ternyata tidak hanya dijumpai pada manusia, ternyata anjing pun dapat mengalaminya. Ilmuwan di Yogyakarta mengungkapkan bahwa penyakit jantung pada anjing semakin banyak dijumpai di ruang praktek.

Beberapa ahli jantung melaporkan bahwa 25 persen dari semua anjing ras kecil sampai sedang yang berumur di atas 7 tahun kemungkinan menderita penyakit jantung pada tahap tertentu dalam hidupnya. Sebagian besar atau 75 persen penyakit jantung pada anjing disebabkan oleh kelainan katup mitral (mitral valve disease-MVD).

“Dokter hewan perlu memahami dengan baik mengenai permasalahan ini, baik dalam penegakan diagnosis, pemberian obat, monitoring dan juga tak kalah pentingnya memberikan klien education sehingga pemilik anjing dapat mengenali secara dini bila anjingnya menunjukkan gejala yang mengarah pada gangguan jantung,” kata Direktur Rumah Sakit Hewan (RSH) Prof. Soeparwi FKH UGM Prof. Ida Tjahajati, MS, dalam rilis Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

Ida menambahkan, penyakit gagal jantung ini semestinya menjadi perhatian para dokter hewan praktek dan juga para pemilik anjing jika menemukan gejala batuk, mudah lelah, cemas, gelisah di waktu malam serta nafas tersengal-sengal. “Jika seekor anjing menunjukkan temuan klinis seperti itu, maka dokter hendaknya melakukan pemeriksanaan ke arah penyakit jantung,” katanya.

Menurut Ida, penting bagi dokter hewan dan pemilihan hewan untuk mengenali gangguan jantung. Sehingga diperlukan cara diagnosis, terapi dan tatalaksana, penanganan penyakit jantung khususnya pada hewan kesayangan anjing yang mengalami kelainan jantung.

Drh. Amir Mahmud, praktisi dokter hewan dan penulis buku ‘Congestive Heart Failure in Dogs,’ mengatakan risiko penyakit jantung pada anjing meningkat secara nyata seiring bertambahnya umur. Lebih dari 15 persen anjing-anjing muda menderita penyakit jantung. Rata-rata peningkatan 60 persen pada anjing usia tua.

“Jika mendapatkan pasien dengan gejala yang mengarah pada penyakit jantung. Bagaimana menegakkan diagnosa, memberikan obat dan melakukan monitoring secara rutin,” kata Amir. “Demikian juga dengan pemilik anjing, sebaiknya mengerti kondisi anjingnya jika menunjukkan gejala yang mengarah pada penyakit jantung.”


• VIVAnews

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar