Sabtu, 23 April 2011

Berat Badan Turun, Otak Lebih Cemerlang

wanita gemuk (doc.Corbis)

Tak hanya memengaruhi kesehatan tubuh, berat badan juga memengaruhi pikiran dan otak. Kelebihan berat badan dapat menggangu fungsi kognitif seperti memori dan perhatian.

Itu sejalan dengan penelitian Universitas Kent State, Ohio, Amerika Serikat, yang menyatakan bahwa kehilangan berat badan membantu meningkatkan fungsi-fungsi psikologis.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal bertajuk 'Surgery for Obesity and Related Diseases' itu menunjukkan kaitan antara obesitas dan defisit kognitif. Di sisi lain, obesitas juga telah lama diketahui mendorong demensi alzheimer dan stroke.

John Gunstad, asisten profesor psikologi yang memimpin penelitian itu, mengatakan, kehilangan berat badan dapat memperbaiki fungsi mental. Dalam studinya, ia mengukur memori dan perhatian sebuah kelompok yang terdiri 150 peserta dengan kelebihan berat badan.

Sekitar 24 persen partisipan menunjukkan gangguan belajar dan 23 persen lainnya mengalami gangguang daya ingat. Ketika peserta menurunkan berat badan mereka, prestasi akademis mereka terdongkrak dan menunjukkan perubahan positif terhadap fungsi kognitif. “Kami optimis bahwaakan melihat dampak yang positif dari penurunan berat badan.”

Lantas, apa hubungannya? Ternyata obesitas bekerja pada sejumlah jalur metabolisme yang berbeda dan salah satunya dapat memengaruhi proses informasi. Menurut Gunstad, obesitas memengaruhi sejumlah mekanisme fisiologis yang dapat memiliki efek buruk pada otak.

Usaha menurunkan berat badan dengan diet dan olahraga ternyata memberikan dampak positif pada memori dan perhatian. Studi ini membuktikan bahwa berat badan yang sehat memberikan efek yang baik untuk jasmani dan pikiran.

Laporan: Suwito Wu


• VIVAnews

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar