Jumat, 01 Oktober 2010

Hati-Hati Berita BOHONG mengenai Keperawanan Remaja

Lagi-lagi, beredar berita BOHONG mengenai keperawanan remaja. Kulihat, beberapa blog mengabarkan bahwa "62,7% [hampir duapertiga] Remaja SMP Indonesia Sudah Tidak Perawan". Juga, katanya, SCTV memberitakan demikian. Malah, juga dikatakan bahwa perilaku seksual remaja SMP dan SMU: "93,7% pernah ciuman, petting, oral seks". Katanya, sumber informasinya adalah KomNas Perlindungan Anak.

Yang benar, menurut berita dari Media Indonesia (dan beberapa suratkabar lainnya):

Berdasarkan hasil survei Komnas Anak bekerja sama dengan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) di 12 provinsi pada 2007 terungkap sebanyak 93,7% anak SMP dan SMU yang disurvei mengaku pernah melakukan ciuman, petting, dan oral seks. Dan, sebanyak 62,7% anak SMP yang diteliti mengaku sudah tidak perawan. Serta 21,2% remaja SMA yang disurvei mengaku pernah melakukan aborsi. Dan lagi, 97% pelajar SMP dan SMA yang disurvei mengaku suka menonton film porno.

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Perhatikan kata-kata yang aku tebalkan. Berita tersebut TIDAK mengabarkan bahwa hasil survei dari sejumlah sampel itu dapat digeneralisasikan ke kalangan yang lebih luas, seperti: "remaja SMP (dan SMA) Indonesia".

Kecenderungan KomNas PA itu sendiri adalah melakukan survei terhadap anak yang mengalami kekerasan, termasuk kekerasan seksual (alias perkosaan). "Masuk akal" bila hasilnya menunjukkan besarnya angka responden yang tidak perawan lagi. (Perhatikan bahwa tidak perawan lantaran diperkosa itu jauh berbeda dengan tidak perawan lantaran free-sex.)

Memang, yang "masuk akal" tersebut tetaplah memprihatinkan kita. (Pemerintah dan kita semua perlu bertindak mengatasinya.) Namun, kelirulah kita bila kita menggeneralisasikan survei tersebut untuk remaja SMP (dan SMA) seluruh Indonesia. Bahkan, merupakan kekeliruan BESAR bila kita turut menyebarkan berita bohong itu. (Apalagi di bulan Ramadhan yang mulia.)

Menurut Al-Qur'an, menuduh orang-orang berzina (tanpa empat orang saksi untuk setiap kasus) itu dosanya BESAR. Dosanya bisa 80% dosa melakukan zina itu sendiri. (Lihat QS an-Nuur [24]: 4.)

Oleh karena itu, supaya dosa orang-orang yang menyebarkan berita bohong itu tidak semakin besar bila beritanya semakin tersebar luas, marilah kita lakukan langkah-langkah untuk meredamnya. Caranya antara lain dengan seluas-luasnya menyampaikan klarifikasi seperti artikel ini. Jadi, silakan sebarluaskan artikel ini seluas-luasnya!

 

tag : perawan,selaput dara,gadis,virgin,perjaka,darah perawan,vagina,perjaka tingting.

Artikel Terkait:




Powered by WizardRSS | Full Text RSS Feeds

joe 01 Oct, 2010


--
Source: http://blognyajose.blogspot.com/2010/10/hati-hati-berita-bohong-mengenai.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar