Sabtu, 04 Juni 2011

5 Tips SEO Menghadapi Algiritma Google Panda

Google Panda merupakan isu yang sedang hangat dibahas di kalangan penggiat SEO akhir-akhir ini. Bisa dibilang, Google Panda ini merupakan salah satu topik terpenting dalam beberapa tahun terakhir yang harus diketahui oleh para pelaku SEO, para blogger, maupun para online marketer lainnya.


Di bulan February 2011 lalu, Google melakukan sebuah update alogaritma yang cukup signifikan dalam menentukan faktor ranking di SERP. Tujuan utama dari update ini adalah untuk “memerangi” website-website dengan konten yang tidak berkualitas, terutama sekali website-website dengan duplicate content (konten jiplakan).


Dengan demikian, diharapkan hanya website-website relevan yang berkualitas sajalah yang bisa muncul di halaman 1 Google, sehingga memberikan user experience yang lebih baik kepada para pengguna Google.


Update alogaritma inilah yang dinamakan dengan Google Panda.


Efek dari Google Panda ini memang tidak main-main. Beberapa website besar seperti About.com dan ezinearticles.com telah merasakan traffic loss yang signifikan karena dianggap berisi konten-konten duplikat.


Memang awalnya Google Panda ini hanya diberlakukan di Amerika Serikat, namun dalam waktu sesegera mungkin Google Panda ini akan diberlakukan secara global, termasuk di Indonesia. Jadi, bagi Anda yang merasa memiliki blog atau website yang memiliki konten yang merupakan hasil jiplakan dari website lain, sebaiknya Anda mulai memperbaikinya jika tidak ingin mengalami drop ranking di Google.


Berikut adalah 5 tips SEO dalam menghadapi Algoritma Google Panda ini:


Duplicate content merupakan target utama dari Google Panda ini. Jadi, jika Anda tidak ingin website Anda menjadi korbannya, sebaiknya segera hapus halaman-halaman website atau blog Anda yang berisi duplicate content.  Jika tidak ingin dihapus, Anda bisa mem-blok halaman tersebut dengan robots.txt supaya tidak diindex oleh spider Google. Satu hal yang penting untuk diketahui di sini adalah, sebuah halaman website yang tidak berkualitas akan mempengaruhi kualitas website Anda di mata Google secara keseluruhan. Jadi, meskipun hanya ada satu halaman web yang tidak berkualitas, sebaiknya Anda menghapusnya atau membloknya.


2. Social Media Link is Becoming More ImportantMenurut Matt Cutts, pentolan engineer di Google, di tahun 2011 ini salah satu strategi link building yang perlu Anda fokuskan adalah link yang berasal dari social media seperti Facebook dan Twitter. Tentu saja, clue yang dia berikan ini berkaitan dengan Google Panda update, karena Google Panda ini sendiri dimulai di awal tahun 2011. Sudah saatnya kita meninggalkan cara-cara lama seperti tukar menukar link dengan website yang tidak relevan ataupun tidak memiliki kualitas.


3. Buat Konten yang Berkualitas dan OriginalYa, Anda harus mulai menciptakan konten yang original dan bermanfaat bagi visitor website Anda. Google sangat menyukai jika ada konten-konten baru yang dibuat secara teratur, terutama sekali jika konten tersebut bukan hasil jiplakan dan disukai oleh visitor Anda. Salah satu cara Google mendefinisikan apakah website Anda memberikan user experience yang berkualitas atau tidak adalah melalui faktor-faktor on-page SEO. Jangan melupakan juga bahwa kecepatan loading website juga merupakan salah satu faktor penting. Jika Anda merasa loading website Anda lama,


5. Perkaya halaman web dengan berbagai fiturUntuk meningkatkan user experience dari visitor website Anda, jangan hanya mengisi halaman website Anda dengan text tulisan. Variasikan konten website Anda dengan video, gambar yang ditambahkan ALT pic, dan kalau perlu ditambahkan dengan pdf file download (whitepaper).


Intinya, website atau blog Anda harus bisa memberikan “user experience” yang berkualitas kepada visitor website Anda. Sudah tidak jamannya lagi Anda membanjiri website Anda dengan keyword spamming, external link yang tidak relevan, konten-konten jiplakan, dan faktor-faktor lain yang bisa membuat visitor Anda merasa “ilfil” mengunjungi website Anda.



SumberBerita Terbaru

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar