Senin, 27 September 2010

Perlakuan Jenazah Tersadis Di Dunia

Cara Perlakuan Terhadap Jenazah tersadis di dunia-Di dunia ini ada beberapa tipe pemakaman, misalnya : Mumifikasi (dimumikan), Pembakaran mayat (kremasi), Dan umumnya dikubur di dalam tanah. Tetapi ada bentuk pemakaman lain yang mengerikan yaitu "Sky Burial" yang mana masih diperlakukan di Tibet meski tidak banyak.

Adalah sebuah sekte dari agama di Tibet terutama yang masih percaya akan reinkarnasi, masih melakukan ritual pemakaman sky burial. Metode penguburan mayat ini tidak berlaku untuk sembarang mayat. Ritual ini tidak untuk orang yang pada waktu mati belum berusia 18 tahun, atau bagi wanita hamil yang meninggal atau orang-orang yang meninggal karena penyakit menular dan berbahaya.

Pada dasarnya, selain dikubur layaknya di belahan bumi manapun, di Tibet khususnya, masih ada tiga jenis pemakaman, yaitu : dipersembahkan kepada laut (water burial, yaitu metode penguburan dimana mayat di berikan kepada ikan-ikan untuk jadi santapan sang ikan di laut), yang kedua adalah : dikremasi dan yang terakhir adalah sky burial ini, yaitu metode penguburan mayat dimana tubuh mayat dipersembahkan kepada vultures atau burung bangkai





Dipercaya bahwa sky burial akan lebih mempercepat roh si mati untuk naik ke nirvana . Perjalanan akan jauh lebih cepat dengan bantuan burung vultures. Yang dalam bahasa Tibet disebut "Dakinis" atau terjemahannya adalah "sky dancer' yang berarti "angel".

Kelompok penganut agama ini percaya bahwa tubuh manusia yang sudah meninggal adalah hanya sebagai " vessel atau wadag" saja, artinya sudah tidak ada maknanya, dan sesuai dengan ajaran agama mereka yang berdasar "memberi" maka dengan dipersempahkan wadag ini kepada burung, akan membantu makhluk lemah yang perlu survive untuk hidup, dalam hal ini memberi makan vultures dengan potongan daging berasal dari jazad yang meninggal juga merupakan simbol suci agama tersebut (dakinis)

Dalam proses Sky Burial jasad manusia yang mati di potong-potong dan dipisahkan antara tulang dan daging. Tulang yang tersisa dipecah menjadi bagian kecil untuk dimakan oleh burung lain yang lebih kecil seperti gagak atau Rajawali.

Biasanya bagian tubuh yang dibawa pulang adalah rambut, yang terkadang mereka juga menyimpannya di kuil. Tak jarang ada yang membawa pulang tengkorak kepala yang sudah dipecahkan untuk tempat minum teh.

Sumber http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=33520

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar